PAMEKASAN, 18 Agustus 2026 — Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut Darul Ulum Banyuanyar (DEMA IDB) Pamekasan Madura menggelar Seminar Nasional Public Speaking dengan tema “Gen-Z Berbicara: Kreatif, Kritis dan Berpengaruh di Era Digital”, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom tersebut diikuti sekitar 50 mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat pemaparan materi dan sesi diskusi interaktif.

Seminar dimulai pada pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh Presiden Mahasiswa (Presma) IDB Pamekasan Madura, Nurul Anam. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Presma IDB Pamekasan.

Dalam sambutannya, Nurul Anam menekankan pentingnya keberanian mahasiswa dalam menyampaikan gagasan di tengah perkembangan era digital.

“Dari kegiatan Seminar Nasional Public Speaking ini, kita akan belajar bersama mengenai bagaimana kita menyampaikan gagasan. Karena gagasan yang Anda miliki tidak akan pernah mengubah dunia jika ia tetap tertahan di dalam kepala Anda. Mulailah melangkah di seminar ini dan temukan keberanian Anda,” ujarnya.

Seminar menghadirkan Erwin Suryadi, S.S., CHPS., CPS., CMS., CT., NNLP., Direktur Galeri Indonesia Trainer sekaligus trainer bersertifikat BNSP yang memiliki kompetensi di bidang public speaking sebagai pemateri.

Dalam pemaparannya, Erwin menjelaskan bahwa kemampuan berbicara di depan umum tidak hanya ditentukan oleh teknik, tetapi juga oleh kesiapan mental.

“Berbicara di depan umum itu 80 persen mental dan 20 persen teknik. Maka, ada tiga langkah membangun mental pembicara, yaitu berdoa, afirmasi, dan bergerak. Dari berdoa kita akan menemukan ketenangan hati, afirmasi sebagai kalimat positif untuk membangun keyakinan kita sendiri, dan bergerak untuk membangkitkan keberanian kita sendiri,” ungkapnya.

Menurut Erwin, keberanian berbicara di depan publik perlu dilatih secara bertahap. Mental yang kuat akan membantu seseorang menyampaikan gagasan dengan lebih percaya diri, sementara teknik menjadi pendukung agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Tiga peserta berkesempatan menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan pemateri. Para penanya berasal dari mahasiswa di Papua, Pamekasan, dan sejumlah wilayah lainnya.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dan menjadi salah satu bagian yang mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta. Berbagai pertanyaan yang disampaikan berkaitan dengan tantangan berbicara di depan umum, membangun kepercayaan diri, serta bagaimana generasi muda dapat menyampaikan gagasan secara efektif di era digital.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, sesi dokumentasi, serta pembagian E-Sertifikat kepada seluruh peserta.

Melalui kegiatan tersebut, DEMA Institut Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan berharap Seminar Nasional Public Speaking dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi para peserta serta menjadi wadah bagi generasi muda Indonesia untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, keberanian menyampaikan gagasan, dan kepercayaan diri dalam menghadapi perkembangan era digital.

Seminar ini sekaligus menjadi bagian dari upaya DEMA IDB Pamekasan dalam mendorong mahasiswa agar tidak hanya mampu memiliki gagasan yang kreatif dan kritis, tetapi juga berani menyuarakan gagasan tersebut sehingga dapat memberikan pengaruh positif bagi masyarakat.