PAMEKASAN, 29 Juli 2026— Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura terus memperkuat tata kelola kelembagaan dan sistem informasi perguruan tinggi pascaalih bentuk menjadi institut. Salah satu langkah strategis tersebut dilakukan melalui pendampingan tata kelola data perguruan tinggi bersama Kopertais Wilayah IV Jawa Timur.

Kegiatan pendampingan dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026, bertempat di Room Meeting IDB Pamekasan Madura. Pendampingan dari Kopertais Wilayah IV Jawa Timur dilakukan oleh Khoirun Anam, pegawai pada bidang data Kopertais Wilayah IV Jawa Timur.

Sementara dari IDB Pamekasan Madura, kegiatan tersebut diikuti oleh Rosi, S.E. dan Faisal Amir, M.Ed., yang bertugas pada bagian data dan informasi. Keduanya terlibat secara langsung dalam proses penguatan dan penataan data kelembagaan sebagai bagian dari upaya membangun sistem informasi perguruan tinggi yang lebih tertib, akurat, dan terintegrasi.

Pendampingan ini menjadi semakin penting seiring dengan perubahan status kelembagaan IDB Pamekasan Madura dari STAI menjadi Institut Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura. Alih bentuk tersebut membawa konsekuensi pada meningkatnya kebutuhan terhadap tata kelola data yang lebih komprehensif, baik data akademik, sumber daya manusia, mahasiswa, program studi, sarana dan prasarana, maupun data kelembagaan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pembahasan dan evaluasi terhadap tata kelola data yang selama ini berjalan di lingkungan IDB Pamekasan Madura. Pendampingan diarahkan untuk memastikan bahwa data perguruan tinggi dikelola secara sistematis, konsisten, terdokumentasi, serta dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dan pengembangan kelembagaan.

Khoirun Anam memberikan sejumlah arahan terkait pentingnya ketepatan, kelengkapan, konsistensi, dan pembaruan data perguruan tinggi. Data tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan administratif, tetapi juga sebagai bagian penting dari sistem penjaminan mutu dan tata kelola perguruan tinggi modern.

Bagi IDB Pamekasan Madura, penguatan tata kelola data juga memiliki keterkaitan erat dengan proses perencanaan, pelaporan, evaluasi, akreditasi, serta pengembangan program akademik. Data yang akurat dan terintegrasi akan membantu pimpinan dalam memperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai kondisi institusi sekaligus menentukan kebijakan pengembangan yang tepat.

Rosi, S.E. dan Faisal Amir, M.Ed. selaku bagian data dan informasi IDB Pamekasan Madura, mengikuti pendampingan dengan melakukan identifikasi terhadap kebutuhan pembenahan data serta mekanisme pengelolaannya. Proses tersebut diharapkan dapat menghasilkan pola kerja yang lebih efektif dalam menghimpun, memverifikasi, memperbarui, dan menyajikan data kelembagaan.

Pendampingan Kopertais Wilayah IV Jawa Timur ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya data (data culture) di lingkungan IDB Pamekasan Madura. Setiap unit kerja diharapkan memiliki kesadaran bahwa data yang dikelola bukan hanya menjadi tanggung jawab bagian data dan informasi, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur perguruan tinggi.

Penguatan tata kelola data juga diharapkan dapat mendukung IDB Pamekasan Madura dalam menghadapi tuntutan transformasi digital perguruan tinggi. Sistem data yang baik akan menjadi fondasi bagi pengembangan layanan akademik, perencanaan strategis, penjaminan mutu, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas kelembagaan.

Melalui pendampingan ini, IDB Pamekasan Madura menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan secara berkelanjutan, khususnya dalam aspek data dan informasi perguruan tinggi. Kolaborasi dengan Kopertais Wilayah IV Jawa Timur diharapkan dapat memperkuat kapasitas pengelolaan data sekaligus mendukung proses transformasi kelembagaan IDB Pamekasan Madura menuju perguruan tinggi Islam yang semakin profesional, modern, dan berbasis data.