PAMEKASAN, 10 Agustus 2026 — Program Studi Ekonomi Syariah Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura terus memperkuat peran akademiknya dalam mengembangkan kajian ekonomi Islam yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dan kehidupan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kajian strategis bersama Forum Doktor Peradaban (FDP) yang dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026.

Kegiatan ini mengangkat tema “Implementasi Nilai-Nilai Ekonomi Islam dalam Pendidikan Kepramukaan untuk Membentuk Karakter Wirausaha Santri.” Kajian menghadirkan Dr. Ahmad Hadi Yasin, M.A., anggota FDP sekaligus Dosen Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta, sebagai narasumber.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Prodi Ekonomi Syariah IDB Pamekasan Madura untuk memperluas ruang kajian ekonomi syariah, tidak hanya pada aspek teoritis dan akademik, tetapi juga pada implementasi nilai-nilai ekonomi Islam dalam kehidupan pendidikan santri.

Melalui tema kepramukaan, Prodi Ekonomi Syariah berupaya mengembangkan perspektif bahwa pendidikan kewirausahaan santri dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas yang membangun kemandirian, kedisiplinan, kreativitas, kerja sama, kepemimpinan, tanggung jawab, dan keberanian mengambil inisiatif. Nilai-nilai tersebut memiliki keterkaitan erat dengan prinsip kewirausahaan dalam perspektif ekonomi Islam.

Dalam kajian tersebut, nilai-nilai seperti amanah, kejujuran, kerja keras, kemandirian, keadilan, kreativitas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam membentuk karakter wirausaha santri. Dengan demikian, orientasi pendidikan kewirausahaan tidak semata-mata diarahkan pada kemampuan menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga pada pembentukan pelaku ekonomi yang memiliki integritas dan berorientasi pada kemaslahatan.

Dr. Ahmad Hadi Yasin, M.A. memberikan perspektif akademik mengenai pentingnya menghubungkan pendidikan ekonomi Islam dengan pengalaman nyata peserta didik. Pendidikan kepramukaan dinilai memiliki potensi sebagai media pembelajaran yang dapat menanamkan karakter kewirausahaan melalui aktivitas yang bersifat praktis, kolaboratif, dan berbasis pengalaman.

Sementara itu, Zainol Fata, M.E., Ketua Prodi Ekonomi Syariah IDB Pamekasan Madura, menegaskan pentingnya penguatan kajian ekonomi syariah yang memiliki keterhubungan langsung dengan kebutuhan pendidikan dan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, Prodi Ekonomi Syariah tidak hanya bertugas mengembangkan penguasaan teori ekonomi Islam, tetapi juga perlu menghadirkan inovasi pembelajaran dan kajian yang mampu membentuk generasi muslim yang produktif, mandiri, kreatif, dan memiliki karakter kewirausahaan berbasis syariah.

“Kepramukaan memiliki ruang yang sangat strategis untuk menanamkan nilai-nilai ekonomi Islam kepada santri. Karena itu, kajian ini menjadi bagian dari upaya Prodi Ekonomi Syariah untuk mengembangkan model pendidikan ekonomi Islam yang kontekstual dan aplikatif,” menjadi salah satu gagasan utama dalam kegiatan tersebut.

Kolaborasi Prodi Ekonomi Syariah dengan Forum Doktor Peradaban juga diharapkan dapat dikembangkan dalam bentuk penelitian, pengembangan kurikulum, seminar akademik, pengabdian kepada masyarakat, serta program kewirausahaan santri. Dengan langkah tersebut, Prodi Ekonomi Syariah IDB Pamekasan Madura diharapkan semakin kuat sebagai pusat pengembangan keilmuan dan praktik ekonomi syariah yang berorientasi pada pembentukan sumber daya manusia unggul.

Kajian ini sekaligus mempertegas komitmen Prodi Ekonomi Syariah IDB Pamekasan Madura  untuk menghadirkan pendidikan ekonomi Islam yang tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi mampu melahirkan santri yang berilmu, berkarakter, mandiri, produktif, dan siap menjadi wirausahawan yang berlandaskan nilai-nilai syariah.