Pamekasan, 12 September 2026 — Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan, Madura, menggelar kegiatan *Serap Aspirasi Dosen* dalam rangka menyambut Tahun Akademik 2026–2027. Kegiatan ini menjadi forum evaluasi sekaligus ruang terbuka bagi para dosen untuk menyampaikan berbagai masukan dan gagasan guna meningkatkan kualitas akademik dan tata kelola kampus.
Sejumlah persoalan strategis menjadi perhatian dalam forum tersebut. Mulai dari peningkatan literasi mahasiswa, persiapan perpindahan ke kampus baru, peningkatan kualitas pelaporan dosen, penguatan administrasi akademik, hingga percepatan digitalisasi layanan akademik melalui *SAKTI (Sistem Akademik Terintegrasi)*.
Salah satu perhatian utama yang disampaikan dalam forum adalah peningkatan literasi mahasiswa. Asy'ari menekankan pentingnya penguatan budaya literasi di kalangan mahasiswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas akademik.
Menurutnya, literasi mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan mengakses, memahami, mengolah, dan mengembangkan informasi secara kritis. Karena itu, peningkatan literasi perlu menjadi perhatian bersama dalam proses pendidikan di lingkungan kampus.
Sementara itu, dosen juga menyoroti persiapan perpindahan kegiatan akademik ke kampus baru. Menurutnya, proses perpindahan tersebut perlu didukung dengan penyampaian informasi yang jelas kepada seluruh civitas akademika agar tidak menimbulkan kebingungan dalam pelaksanaannya.
Informasi mengenai perpindahan kampus, lanjutnya, perlu disampaikan secara terstruktur, baik terkait waktu, mekanisme, maupun berbagai hal yang menjadi penunjang kegiatan akademik. Kejelasan informasi dinilai penting agar seluruh dosen dan mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan baik.
“Perpindahan ke kampus baru harus diikuti dengan informasi yang jelas dan berbagai penunjang yang memadai, sehingga proses adaptasi dapat berjalan dengan baik,” menjadi salah satu perhatian dalam forum tersebut.
Persoalan lain yang turut menjadi bahan evaluasi adalah peningkatan laporan dosen, khususnya terkait pelaporan pada PD Dikti/SIMKOPTA. Hosen menyampaikan bahwa masih diperlukan peningkatan dalam kelengkapan dan ketertiban pelaporan dosen.
Berdasarkan evaluasi yang disampaikan, kelengkapan laporan secara keseluruhan masih berada pada kisaran 70 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian yang perlu segera ditindaklanjuti agar administrasi dan pelaporan akademik dapat berjalan lebih optimal.
Peningkatan kualitas pelaporan dinilai penting karena data akademik merupakan bagian integral dari tata kelola perguruan tinggi. Kelengkapan dan ketepatan data juga diperlukan untuk memastikan berbagai aktivitas akademik dapat terdokumentasi dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, digitalisasi layanan akademik melalui SAKTI (Sistem Akademik Terintegrasi), menjadi salah satu agenda penting dalam evaluasi dan pengembangan layanan akademik IDB Pamekasan.
Kehadiran SAKTI diharapkan dapat mendorong pelayanan akademik yang lebih efektif, efisien, transparan, dan terintegrasi. Digitalisasi juga diharapkan mampu membantu mengurangi proses administrasi manual serta mempermudah akses informasi akademik bagi mahasiswa maupun dosen.
Dengan demikian, SAKTI tidak hanya diposisikan sebagai aplikasi layanan akademik, tetapi juga sebagai bagian dari transformasi tata kelola akademik IDB Pamekasan menuju sistem yang lebih modern dan terintegrasi.
Berbagai masukan yang disampaikan dalam kegiatan Serap Aspirasi Dosen tersebut menjadi bahan penting bagi institusi dalam menyusun langkah perbaikan untuk Tahun Akademik 2026–2027. Evaluasi dilakukan bukan semata-mata untuk melihat kekurangan, tetapi juga untuk menemukan solusi dan menentukan prioritas pengembangan ke depan.
Melalui forum ini, IDB Pamekasan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dalam membangun kualitas akademik. Peningkatan literasi mahasiswa, kesiapan perpindahan ke kampus baru, perbaikan pelaporan dosen, serta digitalisasi layanan melalui SAKTI menjadi bagian dari agenda penting menuju tata kelola akademik yang semakin baik.
Dengan semangat evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, IDB Pamekasan menyongsong Tahun Akademik 2026–2027 dengan komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, pelayanan akademik, serta kualitas tata kelola institusi.