Pamekasan – Komitmen dalam memperkuat budaya literasi ilmiah yang berwawasan lingkungan dan nilai-nilai keislaman terus ditunjukkan oleh Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura. Salah satu dosennya, Dr. Abdul Mukit, S.Th.I., M.Pd.I., dipercaya menjadi dewan juri Lomba Karya Ilmiah Nasional pada ajang Pentas Nasional Santri (Pena Santri) 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN), Selasa (21/7/2026).

Mengusung tema "Menguatkan Ekoteologi Islam: Istiqomah Mengabdi demi Harmoni Umat dan Lingkungan", kegiatan tersebut menjadi wadah bagi santri dari berbagai daerah di Indonesia untuk menuangkan gagasan ilmiah mengenai peran ajaran Islam dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup sekaligus membangun peradaban yang berkelanjutan.

Sebagai dewan juri, Dr. Abdul Mukit menilai karya-karya peserta berdasarkan aspek orisinalitas ide, ketajaman analisis, metodologi penulisan, relevansi dengan tema ekoteologi Islam, serta kontribusi gagasan terhadap penyelesaian persoalan lingkungan dari perspektif keislaman.

Menurutnya, isu lingkungan saat ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aktivis lingkungan, tetapi juga merupakan bagian dari amanah keagamaan yang harus dipahami dan diamalkan oleh generasi muda, khususnya para santri.

"Ekoteologi Islam mengajarkan bahwa menjaga alam merupakan bagian dari ibadah dan bentuk tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Karena itu, literasi ilmiah santri harus diarahkan untuk melahirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat," ungkap Dr. Abdul Mukit.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Pena Santri 2026 yang dinilai mampu mengintegrasikan tradisi intelektual pesantren dengan penguatan budaya riset dan inovasi. Menurutnya, kompetisi karya ilmiah seperti ini menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif di kalangan santri.

Ketua panitia Pena Santri 2026 menyampaikan bahwa lomba karya ilmiah nasional merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pentas Nasional Santri yang bertujuan membangun budaya akademik di lingkungan pesantren sekaligus memperkuat kontribusi santri terhadap isu-isu strategis bangsa.

Melalui tema "Menguatkan Ekoteologi Islam: Istiqomah Mengabdi demi Harmoni Umat dan Lingkungan", para peserta didorong untuk menghadirkan gagasan inovatif yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an dan Sunnah dengan upaya pelestarian lingkungan, pembangunan berkelanjutan, serta pemberdayaan masyarakat.

Keikutsertaan Dr. Abdul Mukit, S.Th.I., M.Pd.I. sebagai dewan juri sekaligus mencerminkan kiprah akademisi Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura dalam mendukung pengembangan literasi ilmiah, riset, dan pendidikan Islam yang responsif terhadap tantangan global. Keterlibatan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam melahirkan generasi santri yang unggul, berintegritas, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan dan kemaslahatan umat.

Ajang Pena Santri 2026 menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi atas berbagai persoalan sosial maupun lingkungan. Dengan semangat ekoteologi Islam, santri diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mengintegrasikan nilai spiritual, kepedulian ekologis, dan tradisi keilmuan dalam membangun peradaban yang lebih harmonis.